Untuk mengatasi krisis, pemerintah tidak akan menggunakan pinjaman yang ditawarkan IMF. RI lebih mengandalkan pinjaman siaga alias standby loan ketimbang meminta pinjaman ke lembaga tersebut.Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Munas ke-5 Kadin yang bertema: 'Membangun Ekonomi Daerah untuk Kebangkitan Ekonomi Nasional' di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (21/12/2008).
"Ketika di luar negeri, Saya ditanya saudara presiden anda tidak lagi memilih kerjasama dengan IMF seperti kebijakan yang diambil untuk mengatasi krisis ekonomi yang terjadi 10 tahun lalu. Lantas kalau ada apa-apa gimana? kalau kemampuan dalam negeri tidak mampu apa yg terjadi?" ungkapnya.
Lalu, lanjut SBY, Ia menjawab tidak akan menggunakan kebijkan itu. Pemerintah Indonesia akan terus bekerja dengan crisis action management. pemerintah juga siap jika terjadi perubahan yang tidak diharapkan.
"Kalau ada sesuatu yang unexpected. Kami sudah punya second of line of defence melalui format standby loan," jelasnya.
Dana ini, imbuh SBY, baru akan digunakan sebagai dana lapis kedua. "Supaya market kita mengerti dan yakin kita punya format jika terjadi sesuatu itu perkara jelas,penggunaannya kapan jelas, dengan pihak mana jelas. Tapi kita tetap optimalkan kemampuan dalam negeri," urai presiden.
Untuk itu, SBY mengharapkan kontribusi dari dunia usaha untuk membantu pemerintah untuk mengatasi hal ini.
"Saya yakin kita bisa menghadapi krisis ekonomi global ekonomi akan tumbuh lebih kuat, karena dibalik kesulitan ada jalan," pungkasnya.
Susana belajar yang amat mendukung untuk pengembangan kreatifitas meliputi diskusi, seminar dan pelatihan akuntansi
Didukung dengan fasilitas yang modern baik untuk buku-buku dan fasilitas komputer untuk para mahasiswa
Menghasilkan para alumni yang memiliki dedikasi tinggi, berintegritas dan kompeten